
Jakarta, wartaberkah Indonesia
—
Presiden Amerika Serikat
Donald Trump
mengumumkan
gencatan senjata
fase dua di Jalur Gaza, Palestina, kini telah dimulai.
Dalam unggahan di media sosial pada Selasa (14/10), Trump berujar saat ini 20 sandera terakhir di Gaza telah seluruhnya dibebaskan. Hanya korban tewas yang belum diserahkan kelompok milisi Hamas ke Israel.
“Kedua puluh sandera telah kembali dan merasa sebaik yang diharapkan,” tulis Trump di Truth Social, seperti dikutip
Anadolu Agency
.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Beban berat telah terangkat, tapi pekerjaan belum selesai. Jenazah-jenazah belum dikembalikan seperti yang dijanjikan! Tahap Kedua dimulai sekarang juga!!!” lanjutnya.
Meski Trump telah mengumumkan dimulainya fase dua, media Israel i24news melaporkan pada Kamis (16/10) bahwa para pejabat telah memberi tahu AS bahwa fase dua tidak bisa dimulai sampai Hamas menyerahkan seluruh jenazah.
Pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga dilaporkan menunda membuka Rafah, perbatasan Palestina dan Mesir, sampai jenazah-jenazah banyak dipulangkan. Rafah merupakan salah satu koridor kemanusiaan utama di Gaza.
Trump pada Rabu (15/10) sementara itu mengakui bahwa sulit untuk memulangkan seluruh korban tewas di pihak Israel. Pasalnya, sebagian besar Gaza kini telah hancur dan jenazah para tawanan bisa saja terkubur di bawah puing-puing.
“Prosesnya mengerikan. Saya nyaris benci membicarakannya. Tapi mereka sedang menggali. Mereka benar-benar menggali,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, seperti dikutip
Al Jazeera
.
“Ada area-area yang mereka gali, dan mereka menemukan banyak jenazah. Lalu mereka harus memisahkan jenazah-jenazah itu. Anda tidak akan percaya ini. Beberapa jenazah itu sudah lama berada di sana. Dan beberapa di antaranya berada di bawah reruntuhan. Mereka harus memindahkan reruntuhan,” lanjut Trump.
Saat ini, total ada sembilan jenazah yang telah diserahkan Hamas ke Israel. Masih ada 19 jenazah lainnya yang belum diserahkan.
Sayap militer Hamas pada Rabu menyatakan bahwa ada “upaya signifikan dan peralatan khusus” yang diperlukan untuk mengevakuasi jenazah para sandera yang tersisa di Gaza, demikian dilaporkan wartaberkah.
Hamas dan Israel sedang dalam fase pertama gencatan senjata yang dimulai sejak Jumat (10/10). Kedua pihak sepakat menghentikan perang berkat proposal damai yang diusulkan Trump pada 29 September.
Berdasarkan perjanjian, Hamas seharusnya memulangkan semua sandera yang hidup maupun yang telah meninggal dalam waktu 72 jam. Hamas sudah memulangkan seluruh sandera yang masih hidup ke Israel.
Israel juga diminta untuk membebaskan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjaranya. Negeri Zionis sejauh ini telah membebaskan ratusan tahanan Palestina. Di Israel, ada nyaris 2.000 warga Palestina yang ditahan selama agresi maupun jauh sebelum agresi dimulai.
Fase dua gencatan senjata sendiri akan mencakup pembentukan pasukan multinasional, pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza, hingga pelucutan senjata Hamas.
(blq/dna)
Baca lagi: FOTO: Tanda Penyiksaan di Jasad Warga Palestina yang Diserahkan Israel
Baca lagi: The Komdigi Bakti Competition registration was extended until 31 October



