
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
TNI
menyerahkan penanganan kasus ini sepenuhnya kepada pihak imigrasi dan kepolisian. Baik dari segi keimigrasian maupun dugaan tidak pidananya.
Panglima Kodam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Jamalulael memastikan proses pemeriksaan sejumlah WNA asal China yang diduga menyerang lima anggota Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya (Yonzipur 6/SD), terus berjalan. Saat ini, mereka masih berada di Kantor Imigrasi Ketapang.
“Saat ini WNA tersebut sedang dilakukan pemeriksaan oleh pihak Imigrasi. Imigrasi Pontianak dan Imigrasi pusat juga hadir langsung di Ketapang,” ujar Jamalulael, seperti dikutip dari
Detik
, Rabu (17/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamalulael mengatakan saat ini pihak kepolisian sedang melakukan pemeriksaan secara paralel terkait dugaan tindakan anarkis, penyerangan, dan perusakan yang dilakukan para WN China tersebut.
“Dari kepolisian, fokusnya pada pemeriksaan tindakan anarkis, penyerangan, dan perusakan. Jadi prosesnya berjalan seiring,” jelasnya.
Menurut Jamalulael, peran Kodam XII/Tanjungpura dalam perkara ini bersifat pendampingan dan koordinasi, tanpa terlibat langsung dalam proses penyelidikan maupun penyidikan. Ia menegaskan seluruh proses pemeriksaan dan pengambilan keterangan menjadi kewenangan Imigrasi dan Kepolisian Daerah Kalimantan Barat.
“Kodam Tanjungpura sifatnya hanya mendampingi. Kami mengutus beberapa personel dari Asops, Intel, dan juga Dandim di wilayah tersebut untuk mendampingi kegiatan,” terangnya.
“Untuk pengambilan dan pemeriksaan semuanya diserahkan ke Imigrasi Ketapang dan untuk kasus penyerangan ditangani oleh Polda Kalimantan Barat,” tutup Pangdam.
Baca berita selengkapnya
di sini.
(ugo/detik/ugo)
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: Tentara Bayaran Rusia Disebut Bantu Kamboja Perangi Thailand
Baca lagi: Mahasiswa Gugat UU LLAJ ke Mahkamah Konstitusi
Baca lagi: Gerindra Dapat Predikat Partai Paling Terbuka dari KIP



