
Makassar, Warta Berkah Indonesia
—
Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Palopo, Prof ER angkat bicara terkait tudingan diduga melakukan
pelecehan seksual
saat menolong
mahasiswi
yang tidak sadarkan diri hingga dipolisikan.
“Tindakan saya lakukan merupakan upaya pertolongan pertama atas dasar kemanusiaan dan saya tidak memiliki niat atau motif seksual pada saat itu,” kata ER dalam keterangan tertulis, Rabu (4/2).
ER menerangkan kejadian itu bermula ketika ia dari belakang ruko miliknya setelah membersihkan rumput. Pada saat akan masuk ke dalam ruko, ER melihat seorang perempuan tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi tidak sadarkan diri, Sabtu (31/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saat saya akan membuka kunci pintu ruko, saya melihat ada perempuan pingsan di pinggir jalan depan ruko dan tengah ditopang oleh teman kerja laki-lakinya yang sementara membawa es,” ungkapnya.
Kemudian rekan kerja perempuan tersebut, memanggil dan meminta bantuan ER untuk mengangkat korban masuk ke dalam rukonya. Menurut klaim ER, perempuan tersebut bekerja di sebuah kios yang berada di depan rukonya.
“Dalam kondisi terik matahari pinggir jalan, saya melihat tidak ada tempat yang memberi pertolongan pertama, kecuali di dalam ruko,” jelasnya.
Setelah berada di dalam rukonya, ER keluar bersama rekan kerja wanita tersebut untuk menutup tempat jualannya. Sementara korban dijaga oleh keponakan perempuan dari ER.
“Saya masuk kembali menanyakan ke keponakan, namun tidak ada respons dari ponakan saya. Kemudian temannya keluar memanggil bosnya. Saya pun ikut keluar untuk mengambil jaket yang belum saya masukkan ke dalam ruko,” terangnya.
ER kemudian mengaku sempat melihat sayatan di tangan wanita tersebut. Sehingga dia mencoba melihat lebih jelas.
“Saya kembali melihat lebih dekat, jangan sampai telah terjadi pendarahan sebelumnya. Saya memanggil ‘Hei, hei, sadar ki’ disaksikan langsung oleh ponakan perempuan saya yang tinggal di ruko,” katanya.
Lebih lanjut, ER juga mengaku sempat menurunkan baju wanita tersebut, karena terlipat pada saat digotong. Namun, beberapa saat kemudian wanita itu sadarkan diri dan langsung menuduh dirinya melakukan perbuatan cabul.
“Saya menyingsingkan jilbabnya dengan menepis bagian depan pada area pernapasan. Kemudian menepuk-nepuk kepala bagian samping kiri. Saya turunkan baju bagian bawah yang terangkat. Lalu dia keluar dari ruko dan tiba-tiba menunjuk-nunjuk saya sambil berkata ‘lecehkan saya’,” pungkasnya.
(mir/dal)
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: Kapal Penangkap Cumi Tenggelam di Perairan Aru Maluku, 7 ABK Hilang
Baca lagi: 23 Hari Terendam Banjir, Aktivitas Warga Kuranji Banten Lumpuh Total
Baca lagi: Prabowo Suntik Rp6,68 T ke SMF untuk Sokong Program KPR




One Response
Deposit kecil via DANA atau OVO bisa dilakukan lewat DARA88 login. Coba sekarang, hanya dengan 10rb bisa langsung main.