
Jakarta, Warta Berkah Indonesia
—
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
bercerita soal pengalamannya menemukan
korban tsunami Aceh
yang selamat usai empat hari terjebak dan tersangkut di sebuah pohon.
Megawati mengaku terjun langsung selama lima hari meninjau dampak tsunami yang menggulung Aceh pada Desember 2004 silam. Saat itu, ia baru saja turun dari jabatannya sebagai presiden dan diganti Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Ketika tsunami, saya ada lima hari di sana. Dan saya diminta untuk ikut mencari jenazah padahal Ibu kan mikir, waduh, kayak apa ya,” kata Megawati saat memberi pengarahan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) PDIP di Jakarta International Equestrian Park (JIEP), Jumat (19/12).
Megawati memutuskan turun untuk memberi contoh kepada para kader partainya. Di lokasi, ia mengaku sempat menyaksikan secara langsung korban masih selamat usai empat hari tersangkut di pohon.
Peristiwa itu sempat membuatnya terkejut. Pasalnya, korban sempat tak tertolong karena dilewati para tim evakuasi.
“Ternyata ada orang tersangkut di pohon cemara. Nah itu terlewati oleh kita. Mohon maaf kalau sudah menjadi jenazah itu kan mulai membusuk. Itu ternyata katanya sudah empat hari,” ungkap Mega.
“Jadi saya langsung bilang, lah mbok ya cepet diangkat. Alhamdulillah orang itu masih hidup. Diberi Allah. Coba bayangkan,” imbuhnya.
Menurut Megawati, cerita itu ia sampaikan bukan untuk pamer. Dia bilang itu adalah cerita kemanusiaan. Megawati mengaku juga tak akan ambil pusing jika ada
buzzer
yang mencacinya karena cerita itu.
“Nanti mungkin
buzzer
ah Ibu sok aja mau cari nama. Tidak. Kalau ada
buzzer
ngomong gitu, kamu cari
buzzer
-nya siapa. Bilang ama dia, kamu punya kemanusiaan apa tidak. Perikemanusiaan kamu ke mana, hanya njelek-jelekan orang saja untuk mencari duit,” katanya.
Megawati pun meminta agar para kadernya melakukan hal serupa dengan turun ke lokasi bencana membantu para korban. Dia mengancam akan memecat mereka jika tak melakukannya.
“Kalau enggak mau ke lapangan saya pecat loh. Betul loh. Ibu kalau dalam hal ini galak. Untuk apa kamu jadi Baguna. Karena saya buat Baguna adalah untuk apa, untuk bencana,” kata Presiden keempat RI itu.
Bencana banjir bandang dan tanah longsor menerjang wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada akhir November lalu. Data BNPB mencatat korban tewas dalam bencana ini mencapai 1.000 orang dan ratusan ribu lainnya mengungsi.
(fra/thr/fra)
[Gambas:Video Warta Berkah]
Baca lagi: Bahlil Copot Musa Rajekshah dari Ketua DPD Partai Golkar Sumut
Baca lagi: Kepala HRD Astronomer Curhat Imbas Kegep Selingkuh di Konser Coldplay
Baca lagi: Telkom Harap Infranexia Bisa Kejar Pendapatan Telkomsel



