
Jakarta, wartaberkah Indonesia
—
Otoritas
Arab Saudi
mengeksekusi mati seorang pria bernama Abdullah Al Derazi pada Senin (20/10) diduga karena ikut berdemonstrasi menentang kerajaan pimpinan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Kantor berita Saudi (SPA) menuturkan Derazi dihukum mati setelah divonis bersalah atas tuduhan terorisme.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Hukuman mati telah dijalankan terhadap Abdullah Al Derazi, warga negara Saudi, di Provinsi Timur,” demikian laporan
SPA
pada Senin.
Sementara itu, kelompok hak asasi manusia dan pakar HAM PBB menuturkan Al Derazi merupakan seorang aktivis ikut serta dalam aksi protes langka anti-pemerintah pada 2011. Saat itu, Al Derazi masih berusia di bawah umur.
Pakar PBB telah menyerukan pembebasan Al Derazi pada April lalu dan menyatakan penahanannya bersifat sewenang-wenang.
Menurut pakar PBB, Al Derazi hanya mengekspresikan haknya untuk memprotes perlakuan pemerintah Saudi terhadap minoritas Muslim Syiah.
Menurut perhitungan
AFP
berdasarkan pengumuman resmi, Arab Saudi telah mengeksekusi mati setidaknya 300 orang sejak awal 2025.
Pada 2024, kerajaan Saudi mengeksekusi mati 338 orang, jumlah tertinggi yang kemungkinan besar akan terlampaui tahun ini.
Menurut Amnesty International, Al Derazi divonis bersalah atas tuduhan terorisme bersama delapan orang lainnya karena ikut serta dalam unjuk rasa anti-pemerintah di Provinsi Timur pada 2011.
“Keluarganya mengetahui kabar eksekusi dari media sosial,” ujar Duaa Dhainy, peneliti di European Saudi Organisation for Human Rights (ESOHR) yang berbasis di Berlin.
“Mereka tidak diberi kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal kepada Abdullah, tidak menerima panggilan resmi dari otoritas Arab Saudi terkait eksekusi tersebut, dan jasadnya belum diserahkan kepada keluarga,” tambahnya.
Menurut Amnesty, putusan hukuman mati Al Derazi disahkan secara rahasia oleh Mahkamah Agung, bersamaan dengan putusan terhadap Jalal Al Labbad, pria muda lain yang telah dieksekusi pada Agustus lalu.
(rds)
[Gambas:Video wartaberkah]
Baca lagi: Soldiers Beaten Middle School Students to Death in Medan Sentenced to 10 Months in Prison
Baca lagi: Prabowo: Indonesia Will Have Locally Made Cars in 3 Years
Baca lagi: Netizens are noisy ahead of the PSSI meeting to discuss the Indonesian national team coach



